MODULPERKULIAHAN Auditing 2 Audit Of Invesment Cycle. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Ekonomi dan BisnisAkuntansi. 11. 84062 Yulis Diana Al昀椀a, SE., MSA., Ak., CPAI. Abstract Kompetensi. Aktivitas investasi merupakan aktfitas yang ditujukan untuk mendukung usaha perusahaan dalam memeroleh pendapatan dan laba.
1 SAMPLING AUDIT DALAM PENGUJIAN SUBSTANTIF 2. SIFAT DAN TUJUAN Sampling audit adalah penerapan prosedur pengauditan atas unsur-unsur dalam suatu populasi kurang dari 100%, seperti saldo rekening atau kelompok transaksi, dengan tujuan untuk mengevaluasi beberapa karakteristik populasi. Rencana sampling dalam pengujian subtantif dirancang untuk 1.
Programaudit untuk pengujian pengendalian terhadap siklus jasa personel di sajikan dalam : Prosedur Audit Kertas Kerja Tanggal Pelaksanaan Pelak-sana Keberadaan atau keterjadian : auditor harus m1engubah tingkat pengujian substantif sebelum auditor mendesain pengujian substantif khusus untuk menampung tingkat risiko deteksi tyang dapat
Programaudit adalah daftar prosedur - prosedur audit yang harus dilakukan. Prosedur - prosedur biasanya tidak didaftar menurut asersi atau tujuan khusus audit dengan maksud untuk menghindari pengulangan prosedur yang diterapkan pada lebih dari satu asersi atau tujuan.
June6th, 2018 - 10 Merancang dan melaksanakan program audit pengujian substantif untuk audit pengujian substantif untuk mencapai tujuan spesifik audit aktiva tetap' 'MAKALAH TENTANG PEMERIKSAAN ASET TETAP JUNE 9TH, 2018 - DARI MASALAH TERSEBUT MAKA MUNCUL PERTANYAAN TENTANG BAGAIMANA TEKNIK AUDIT AKTIVA TETAP DILAKUKAN AGAR TERHINDAR DARI
Proseduraudit pengujian substantif terhadap saldo aktiva tetap 1. Prosedur audit awal Lakukan perosedur audit awal atas saldo akun aktiva tetap yang akan di uji lebih lanjut : 1) Usut saldo aktiva tetap yang tecantum di dalam neraca ke saldo akun aktiva tetap bersangkutan di buku besar. 2) Terhitung kembali saldo aktiva tetap di buku besar
Programaudit untuk pengujian substantif terhadap piutang usaha berisi prosedur audit yang dirancang untuk mencapai tujuan audit seperti yang telah diuraikan di atas. Berbagai prosedur audit dilaksanakan dalam lima tahap, yaitu: ADVERTISEMENT 1. Prosedur audit awal 2. Prosedur analitik 3. Pengujian terhadap transaksi rinci 4.
Auditormelakukan berbagai pengujian substantif berukut ini: a. Pemeriksaan bukti pendukung transaksi yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran kas b. Perhitungan terhadap kas di tangan pada tanggal neraca c. Konfirmasi kas di bank 6. Membuktikan kewajaran panyajian dan pengungkapan kas di neraca. 1.
Proseduraudit ekuitas pemegang saham adalah cara yang digunakan auditor untuk membuktikan adanya kebenaran saldo modal yang dilaporkan dalam laporan keuangan tahunan. Apa program audit dalam pengujian substantif terhadap ekuitas pemegang saham tentunya harus membandingkan dengan akta pendirian yang telah disahkan oleh menteri hukum.
BABIX SAMPLING AUDIT UNTUK PENGUJIAN ATAS PENGENDALIAN DAN SUBSTANTIF SAMPEL YANG REPRESENTATIF Memiliki karakteristik yang sama dengan populasi yaotu unsure yang disampel sama dengan yang tidak disampel Risikony adalah Sampling risk adalah karena pengujian yang kecil dari populasi. Cara mengurangi dengan meningkatkan ukuran sampling, seleksi sampel yang memadai.
Pengujiansubstantif atas transaksi, yaitu pengujian yang digunakan untuk menentukan apakah tujuan audit atas asersi yang berkaitan dengan transaksi telah dipenuhi.Contoh : membuktikan apakah transaksi penjualan benar terjadi dan ada pada tanggal neraca (asersi keterjadian dan keberadaan) dan membuktikan apakah semua transaksi penjualan telah di catat dengan benar (asersi kelengkapan)
Lakukanperhitungan atas dana kas yang sudah ditentukan (lihat Petunjuk Program Audit Pengujian Substantif untuk Penghitungan Kas). B a n k : Tanyakan apakah di dalam perkiraan bank termasuk juga dana-dana lain diluar yang dimiliki perusahaan, misalnya dana perserikatan karyawan atau dana tabungan karyawan.
metodologiperancangan pengujian detail saldo meliputi empat tahapan, yaitu: Menilai materialitas dan risiko bawaan suatu akun. Menetapkan risiko pengendalian Merancang pengujian transaksi dan prosedur analitis Merancang pengujian detail saldo untuk memenuhi setiap tujuan spesifik audit secara memuaskan. Pengujian rinci atau detail transaksi
Proseduranalitis Pada tahap awal pengujian substantif terhadap ekuitas pemegang saham, pengujian analaitis dimaksudkan untuk membantu auditor dalam memahami bisnis klien dan dalam mememukan bidang yang memerlukan audit yang lebih intensif. Untuk itu auditor, melakukan perhitungan berbagai ratio anatar lain niali buku saham biasa, return on
Pengujiansubstantive meliputi prosedur- prosedur audit yang diracang untuk mendeteksi monetary errors atau salah saji yang secara langsung berprngaruh terhadap kewajaran saldo - saldo laporan keuangn. Jenis pengjian substantive : a. Pengujian atas transkasi b. Prosedur analitis c. Pengujian terperinci atas saldo a. Pengujian atas transaksi
AFxXBk. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Disusun oleh Aprilia Rosita Mahasiswi S1 AkuntansiFakultas Ekonomi UnissulaDosen Pengampu Sri Dewi WahyundaruEmail sridewi Kas merupakan sesuatu perlengkapan pembayaran yang digunakan untuk membiayai transaksi atau aktivitas perusahaan baik berbentuk uang tunai, wesel, certified check, cashier' check, cek individu, bank draft, dan dana yang ditaruh Kas cash audit yaitu pengumpulan atau pemeriksaan tentang transaksi kas dalam jangka waktu tertentu untuk mendapat keyakinan bahwa seluruh kas telah dibukukan dan bebas dari salah saji material dengan meneliti kelengkapan, kebenaran, serta sahnya transaksi kas itu yang ada pada buku Auditor harus mengumpulkan bukti yang cukup kuat guna memperoleh dasar untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan. Auditor perlu melakukan pengujian substantif dalam menyediakan bukti mengenai kewajaran setiap asersi laporan keuangan untuk mengurangi salah substantif adalah prosedur audit yang digunakan auditor untuk mendeteksi kesalahan dalam pencatatan atau salah saji yang berpengaruh terhadap kewajaran saldo pada laporan Pengujian Substantif Audit KasAuditor berharap mendapatkan keyakinan terhadap keandalan catatan akuntansi yang berkaitan dengan sesuatu yang berhubungan dengan kas yang dicantumkan di neraca seperti keberadaan kas, kelengkapan kas dan kejadian di neraca hak kepemilikan client atas kas yang kewajaran evaluasi kas yang tercantum kewajaran panyajian serta pengungkapan kas dalam - langkah Pengujian Audit KasProsedur audit awalMenelusur buku besar dan mengusut saldo kas di neraca ke saldo akun kas yang kembali saldo akun kas yang ada di dalam buku dan mengusut saldo awal akun kas ke kertas kerja tahun yang pemeriksaan mutasi yang tidak biasa dan sumber posting pada akun dan mengusut pemindahan pendebitan dan pengkreditan akun kas ke dalam jurnal penerimaan dan pengeluaran perhitungan rasio-rasio keuangan yang berhubungan dengan saldo kasMenganalisis hasil prosedur analitikMembandingkan saldo kas dan saldo kas akhir tahun yang terhadap transaksi ulang pemisahan batas transaksi penerimaan dan pengeluaran rekonsiliasi saldo kas sesuai dengan cut off bank statement dengan saldo kas setoran dalam tanggal pada out standing apakah terdapat cek kosong di dalam cutoff bank statementMemeriksa kemungkinan ada hilangnya daftar transfer antar bank untuk meminimalisir kemungkinan check dan menganalisis rekonsiliasi bank empat adanya kemungkinan terhadap akun kas yang ada di tangan rekonsiliasi catatan kas klien dengan rekening koran saldo kas di cek yang beredar pada tanggal neraca ke dalam rekening koran penyajian kas di konfirmasi jawaban dari bank tentang batasan yang dikenakan pada pemakaian rekening tertentu klien di bankMelakukan wawancara dengan manajemen mengenai batasan kas melakukan keempat prosedur pengujian diatas, Langkah selanjutnya yaitu mengecek dan mengverifikasi apakah semua bukti dan transaksi atau aktivitas kas pada perusahaan sudah benar atau 1 2 Lihat Money Selengkapnya
9. Pengujian Substantif Pengujian Substantif Audit. Auditor harus penghimpun bukti yang cukup untuk memperoleh dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan. Pengujian substantif menyediakan bukti mengenai kewajaran setiap asersi laporan keuangan yang signifikan. Jenis pengujian substantive Pengujian atas transkasi Prosedur analitis Pengujian terperinci atas saldo Pengujian atas transaksi Penguian atas transaksi substantive test of transaction meliputi prosedur – prosedur audit ntuk pengujian kecermatan pencatatan transaksi. Tujuan dilakukannya pengujian atas transaksi adalah untuk menentukan apakah transaksi akuntansi klien telah terotorisasi dengan pantas, dicatat, dan diikhtisarkan dalam jurnal dengan benar dan diposting ke buku besar dan buku pembantu dangan benar. Untuk menentukan apakah semua transaksi telah memenuhi tujuan audit untuk transaksi – Esixtence – Completeness – Accuracy – Classification – Timing – Posting and summarizing Prosedur Audit yang dilakukan dalam Pengujian Detai Transaksi – Tracing pilih satu sempel sales invoice dan telusur ke sales journal – Vouching pilih satu sempel transaksi yang di catat dalam sales journaldan telusur ke sales invoices. – Reperforming periksa kercermatan perkaliandan penjumlahan pada sales invoice. – Inquiring bertanya pada klien Prosedur Analitis prosedur analitis yang sering dilakuakan auditor adalah perhitungan rasio untuk membandingkan dengan rasio tahun lalu dan data lain yang berhubungan. tujuan penggunaan prosedur analitis adalah Memahami bidang usaha klien Menetapkan kemampuan kelangdungan hidup entitas Indikasi timbulnya kemungkinan salah saji dalam laporan keuangan Menggurangi pengujian audit yang lebih rinci Prosedur analitis dilakukan pada tiga tahap audit yang berbeda, yaitu Tahap perencanaan untuk membantu auditor menentukan bahan bukti lain yang di perlukan untuk memenuhi resiko audit yang di inginkan disyaratkan Selama pelaksanaan audit bersama- sama dengan pengujian atas transaksi dan pengujian terinci atas saldo bebas pilih Mendekati penyelesaian akhir audit sebagai pengujian kelayakan akhir disyaratkan pengujian terinci atas saldo pengujian terinci atas saldo memusatkan pada saldo akhit buku besar baik untuk akun neraca maupun labarugi, tetapi penekanan utama adalah pada neraca. Pengujian detail saldo akun yang direncaakan harus cukup memadai untuk memenuhi setiap tujuan spesifik audit dengan memuaskan. Metodologi perancangan pengujian detail saldo meliputi tahap – tahap sebagai berikut Menetapkan materialitas dan resiko audit ynag dapat di terima dan resiko bawaan suatu akun. Setelah estimasi awal mengenai materialitas untuk audit secara keseluruhan dan mengalokasikan totalnyake saldo akun telah di putuskan auditor, salah saji yang dapat di toleransi di tentukan untuk masing- masng saldo yang signifikan. Salah saji yang ditoleransi makin rendah akan menyebabkan pengujian terinci atas saldo makin besar. Menetapkan resiko pengendalian untuk suatu siklus akuntansi. Pengendalian yang efektif akan mengurangi resiko pengendalian dan dengan demikian mengurangi barang bukti yang diperlukan untuk pengujian substantive atas transaksi dan pengujian terinci atas saldo. Pengendalian yang tidak memadai meningkatkan bahan bukti substantive yang dibutuhkan. Merancang pengujian pengendalian, transaksi dan prosuder analisis untuk suatu siklus akuntansi. Pengujian dirancang dengan ekspektasi bahwa hasil tertentu akan diperoleh hasil yang diperkirakan ini akan mempengaruhi rancangan pengujian terinci atas saldo. Merancang pengujian detail saldo untuk memenuhi setiap tujuan spesifik audit, pengujian terinci atas saldo yang direncanakan meliputi prosedur audit, besar sempel, pos garing miring unsure yang dipilih dan saat pengujian. Prosedur-prosedur harus dipilih dan dirancang bagi masing-masing perkiraan dan masing-masing tujuan audit dalam setiap perkiraan. *dirangkum dari berbagai sumber – untuk kepentingan materi perkuliahan
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Audit terhadap Siklus Jasa Personel Pengujian Pengendalian dan Pengujian SubtantifDalam perusahaan manufaktur, pembayaran terhadap golongan biasanya di bagi menjadi dua golongan, yaitu gaji dan upah. Gaji umumnya merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh kariawan yang mempunyai jenjang jabatan manager, sedangkan upah umumnya merupakan pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh kariyawan pelaksanaburuh.DESKRIPSI SIKLUS JASA PERSONELSiklus jasa personil terdiri dari dua system akuntansi yaitu sebagai berikut1 Sistem informasi akuntansi penggajian, yang terdiri dari jaringan prosedur berikut inia Prosedur pencatatan waktu Prosedur pembuatan daftar gajic Prosedur pembayaran gajid Prosedur distribusi biaya gaji2 System informasi akuntansi pengupahan, yang terdiri dari jaringan prosedur berikut inia Prosedur pencatatan waktu hadirb Prosedur pencatatan waktu kerjac Prosedur pembuatan daftar upahd Prosedur distribusi upahAkun yang dipengaruhi oleh jasa personil adalah1 Barang dalam proses tenaga kerja langsung2 Biaya overhead pabrik sesungguhnya3 Biaya pemasaran4 Biaya administrasi dan umum5 Utang pajak penghasilan kariawan6 Utang dana pensionTUJUAN AUDIT TERHADAP SIKLUS JASA PERSONELKelompok asersi Tujuan Audit terhadap Golongan Transaksi Tujuan Audit terhadap Saldo AkunKeberadaan atau kejadian Biaya gaji dan upah, biaya pajak atas gaji dan upah kariawan yang tercatat berkaitan dengan kompensasi jasa yang diserahkan oleh kariawan selama periode yang diaudit Saldo utang gaji dan upah dan utang pajak penghasilan kariawan mencerminkan jumlah yang terutang pada tanggal neracaKelengkapan Semua biaya gaji dan upah dan pajak atas gaji dan upah mencakup semua biaya yg tjd untuk jasa personel selama periode di audit. Saldo utang gaji dan upah dan utang pajak penghasilan karyawan mencakup semua klewajiban kepada personel dan pemerintah pada tgl dan Kewajiiban Utang gaji dan upah dan utang pajak penghasilan karyawan merupakan kewajiban perusahaan pada tgl neracaPenilaian dan Alokasi Semua transaksi yg berkaitan dengan jasa personel telah dicatat dala jurnal, diringkas, dan diposting ke dalam akun dengan benar. Boaya gaji dan upah dan biaya pajak penghasilan karyawan telah dihitung dan dicacat dengan dan Pengungkapan Rincian transaksi yang berkaitan dengan jaa personel mendukung penyajian akun yang berkaitan dalam laporan keuangan, baik klasifikasinya maupun pengungkapannya. Biaya gaji dan upah dan biaya pajak penghasilan karyawan telah diidentifikasi dan diklasifikasi dengan semestinya dalam neraca. PERANCANGAN PROGRAM AUDIT UNTUK PENGUJIAN PENGENDALIAN TERHADAP SIKLUS JASA PERSONELSistematika Uraian1. Fungsi terkait2. Dokumen3. Catatan akutansi4. Bagan alir system informasi akuntansi5. Salah saji potensial, aktivitas pengendalian yang diperlukan, dan prosedur audit untuk pengujian pengendalian yang dapat digunakan oleh Penjelasan aktivitaqs pengendalian yang diperlukan7. Penyusunan program audit untuk pengujian pengendalian thd transaksi yang bersangkutan8. Penjelasan program audit untuk pengujian pengendalian terhadap transaksi yang yang terkaitFungsi Nama Unit Organisasi Pemegang Fungsi1. Fungsi Penerima Pegawai Bagian Kepegawaian2. Fungsi Pencatat Waktu Bagian Pencatat Waktu3. Fungsi Pembuat Daftar Gaji dan Upah Bagian Gaji dan Upah4. Fungsi Pembuat bukti kas keluar Bagian utang5. Fungsi pembayar gaji dan upah Bagian kasa6. Fungsi akuntansi biaya Bagian Akuntansi Biaya7. Fungsi Akuntansi Umum Bagian Akuntansi Umum Dokumen1. Dokumen pendukung perubahan gaji dan upah2. Kartu jam hadir3. Kartu jam kerja4. Daftar gaji dan daftar upah5. Rekap daftar gaji dan rekap daftar upah6. Surat pernyataan gaji dan upah7. Amlop gaji dan upah8. Bukti kas keluarCatatan Akuntansi1. Jurnal umum2. Kartu kos produk3. Buku pembantu biaya4. Kartu penghasilan karyawanAktifitas pengendalian yang di perlukan dalam siklus jasa personel1. Fungsi pencatatan waktu hadir harus terpisah dari fungsi operasi2. Otoritas dari manager yang pihak berwenang untuka. Setiap orang yang namanya tercantum dalam daftar gaji dan upahb. Kartu jam hadirc. Perintah lembur3. Penggunaan formulir bernomor urut tercetak dan penggunaan dipertanggung jawabkan4. Pengecekan independen atasa. Tariff upah yang dicantumkan dalam kartu jam kerjab. Kartu jam hadirc. Pemasukan kartu jam hadir ke dalam mesin pencacat waktud. Pembuatan daftar gaji dan upahe. Pembayaran gaji dan upah5. Rekonsiliasi6. Penggunaan kartu penghasilan kariawan sebagai tanda penerimaan gaji dan upah oleh kariawan7. Penggunaan panduan akun dan pelaporan biaya tenaga kerja pada waktu yang program audit untuk pengujian pengendalian terhadap siklus jasa personel1. Lakukan pengamatan terhadap pemisahan fungsi pembuat daftar gaji dan upah dari fungsi pembayaran gaji dan upah dan fungsi pencatatan waktu hadir dari fungsi operasi2. Lakukan pengamatan terhadap pembayaran gaji dan upah3. Lakukan pengamatan waktu hadir dan jam kerja kariawana. Adanya pengawasan terhadap fungsi pencatatan waktu terhadap pemasukan kartu jam hadir dalam mesin pencatatan waktu yang di lakukan setiap Adanya pemeriksaan oleh fungsi pencatat waktu terhadap identitas kariawan yang memasukan kartu hadir ke dalam mesin pencatat Ambil sampel daftar gaji dan upah5. Ambil sampel kartu jam hadir karyawan6. Ambil kartu jam kerja karyawan7. Periksa bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan pertanggungjawabkan pemakaian formulir Ambil sampeel kas keluar yang disetujui untuk pembayaran gaji dan upah dan lakukan pengusutan ke dokumen pendukung dan catatan akuntansi yang bersangkutan9. Periksa adanya independen terhadap posting ke buku pembantu dan jurnalPENGUJIAN SUBTANTIF TERHADAP SALDO AKUN YANG TERKAIT DENGAN SIKLUS JASA PERSONEL1. Utang gaji dan upah2. Utang pajak penghasilan karyawan3. Utang dana pensiun4. Utang bonus5. Utang komissProsedur Analitik1. Perbandingan biaya karyawan tahun yang diaudit dengan biaya karyawan tahun sebelumnya dan dengan biaya karyawan menurut Perbandingan saldo utang yang berkaitan dengan siklus jasa personel yang tercantum dalam neraca yang diaudit dengan saldo utang tersebut dalam neraca tahun Perhitungan ratio biaya pajak penghasilan karyawan dengan total biaya karyawan dan perbandingan ratio tersebut dengan ratio yang sama tahun Rekonsiliasi jumlah pajak penghasilan karyawan dengan jumlah yang tercamtum dalam SPT pajak openghasilan karyawan. Lihat Money Selengkapnya
Secara konseptual, metodologi untuk merancang pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi adalah sama bagi kelima kelas transaksi dan mencakup langkah-langkah berikut• Memahami pengendalian internal• Menilai risiko pengendalian yang direncanakan• Menentukan luas pengujian pengendalian• Merancang pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk memenuhi tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi. ...Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, Bunga selalu mekar, dan Mentari selalu bersinar. Tapi ketahuilah bahwa DIA selalu memberi pelangi di setiap badai, Senyum di setiap air mata, Berkah di setiap cobaan, dan jawaban di setiap doa. Anda mungkin juga berminat Comments
program audit untuk pengujian substantif